7 Tips Jitu Mengatasi Kedinginan Saat Berada di Gunung

Berkat media sosial, mendaki gunung kini menjadi semakin populer. Gunung memang memiliki daya tarik yang mampu menarik wisatawan. Banyak orang yang memutuskan beli tiket pesawat online, lalu menuju destinasi tujuan untuk mendaki gunung.


Rata-rata orang menyukai gunung karena cinta dengan pemandangan alamnya yang menyatu dengan keindahan, ketenangan dan hawa dingin. Namun tak semua orang bisa terbiasa dengan hawa dingin yang ada di gunung. Berikut ini tips untuk menyiasati suhu dingin di gunung;

● Aklimatisasi

Jika diartikan secara singkat, aklimatisasi merupakan proses penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungan barunya. Lingkungan baru di sini berarti lingkungan yang berbeda dari sebelumnya, perbedaan yang mencolok, biasanya berhubungan dengan suhu.

Maka dari itu untuk para pendaki pemula, disarankan sebelum kamu melakukan pendakian, sebaiknya untuk melakukan aklimatisasi sederhana dalam bentuk melakukan peregangan, tidak terburu-buru dalam mendaki, dan atur pernafasan sebaik mungkin supaya tubuh dapat melakukan penyesuaian dengan baik.

● Pastikan pakaian tetap kering

Tentunya semua pendaki tahu, jika mendaki gunung pakaian yang dibutuhkan adalah pakaian yang lebih tebal dari biasanya. Selain tebal tentunya kamu harus memastikan jika pakaian yang kamu kenakan dalam kondisi kering. Jika tidak, segaralah ganti pakaian yang basah karena gunung sarat dengan angin yang kencang.

Jika dalam keadaan terpaksa pakaian yang kamu kenakan basah dan kamu tidak membawa pakaian kering, segaralah cari tempat berlindung untuk menghangatkan diri dari angin kencang.

● Pastikan Perut Terisi

Saat berada di gunung dan kamu kedinginan, pastikan kondisi perut kamu tidak kosong. Pasalnya jika perut kamu telah terisi, tubuh kamu akan lebih baik dalam memproduksi panas tubuh.

Lalu sebaiknya kamu makanan yang mengandung protein dan karbohidrat tinggi supaya tubuh lebih banyak memproduksi asam laktat yang dalam tubuh akan lebih cepat memproduksi panas. Kamu bisa makan makanan yang kaya akan karbohidrat dan protein seperti kentang, ibu jalar, kacang-kacangan, roti gandum, nasi, dan lain-lain.

● Bergerak

Proses pendakian memang sangat menyita tenang. Jika kamu merasa kedinginan janganlah hanya berdiam diri di tenda. Cobalah untuk bergerak dengan berjalan-jalan di sekitar sambil melihat keindahan alam. Pasalnya jika kamu terus bergerak, tubuh akan menghasilkan hangat dari dalam.

● Istirahat yang Cukup

Tubuh yang fit sangat memberikan efek positif pada saat kalian berada di puncak gunung. Berjalanlah sesuai kemampuan daya tahan tubuh karena jika kurang istirahat maka membuat kesadaran kita semakin berkurang dan juga semakin membuat efek dingin yang menusuk.

Jangan sungkan untuk beristirahat dalam pendakian karena bila dipaksakan maka kamu juga memaksa daya tahan kalian untuk bekerja lebih keras.

● Hangatkan tubuh di api unggun

Untuk melengkapi malam kamu di gunung, kamu bisa menyiapkan api unggun. Api unggun ini sangat berguna untuk menghangatkan tubuh pada malam hari, selain tentu sangat berguna untuk berkumpul dan mengobrol seru bersama para pendaki lainnya.

Namun sebelum kamu membuat api unggun ada yang perlu kamu perhatikan, seperti jangan menyalakan api unggun terlalu dekat dengan tenda dan menyulut api unggun menggunakan bahan bakar minyak, serta perhatikan tetesan minyak tersebut apakah hingga mendekati tenda karena tak menutup kemungkinan bahan bakar minyak yang tersulut api bisa menjalar.

Selain membahayakan diri kamu dan para pendaki lainnya, kamu tak ingin bukan merusak alam gunung?

● Tidur Berhimpit-himpitan

Setiap tubuh manusia memiliki sumber suhu panas. Untuk menghangatkan diri dan mengurangi tekanan angin dingin pada tenda, kamu bisa tidur berhimpit-himpitan dengan pendaki lain.

Hal ini sangat membantu, bila dalam suatu waktu ada seseorang yang menderita hipotermia (gejala tubuh sulit mengatasi tekanan suhu dingin), penanganan daruratnya ialah saling berdekapan kulit dengan kulit yang berguna untuk saling memberi panas tubuh pada satu sama lain.

Nah, sebagai informasi tambahan sebaiknya kamu mempelajari gejala-gejala hipotermia agar jika ada pendaki yang terkena hipotermia kamu sudah tahu dan bisa mengambil tindakan:

Gejala-gejala hipotermia seperti berikut ini:
  • Temperatur tubuh menurun hingga di bawah 35°C)
  • Merasa kedinginan dan menggigil terus menerus
  • Sukar berbicara
  • Bibir berwarna biru
  • Napas pendek dan perlahan
  • Kebingungan dan hilang ingatan
  • Denyut nadi lemah
  • Kulit bayi berubah berwarna merah terang dan dingin
  • Rasa kantuk dan sangat tidak bertenaga

Lalu penanganannya seperti berikut ini:
  • Segera lepas dan ganti baju jika pakaian basah.
  • Gunakan beberapa lapis selimut atau jaket untuk menghangatkan tubuh
  • Konsumsi minuman hangat non kafein
  • Hindari paparan angin dan udara
  • Pindahkan korban ke area yang dekat dengan sumber panas dan dapat berbagi panas tubuh. Meski begitu, jangan gunakan sumber panas secara langsung misalnya air panas atau alas penghangat.

Bagi kamu yang sedang cari hotel di Bogor di reservasi.com. Dijamin harga yang diberikan adalah harga terbaik. Tak hanya bisa booking hotel namun kamu juga bisa beli tiket pesawat online secara mudah dan murah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7 Tips Jitu Mengatasi Kedinginan Saat Berada di Gunung"

Posting Komentar